Q: Dengan umur segini (40+) apakah saya masih punya peluang untuk mendapat jodoh bule?
Answer:
... View More
Answer:
... View More
Q: Dengan umur segini (40+) apakah saya masih punya peluang untuk mendapat jodoh bule?
Answer:
Saya menerima pertanyaan begini dari sejumlah bunga.
Pertanyaan ini juga selalu mengganggu di kepala saya sejak saya berumur 30, 35, sampai saya 40an tahun.
Dan paling menyakitkan ketika menjelang hari ulang tahun atau memasuki Tahun Baru.
Untuk bunga-bunga yang mengirimkan curhat serupa, saya biasanya menjawab begini.
Saya kutipkan jawaban saya kepada seorang bunga:
“Soal umur dan jodoh, saya pun tidak tahu kak. Saya tidak akan berikan kakak harapan palsu.
Cuma saya ingin bagikan bahwa lebih baik kita berusaha sampai akhir, sampai semaksimal mungkin, daripada berhenti hanya karena kuatir tidak akan berhasil.
Kalau kita sudah berusaha dan gagal, setidaknya kan KELAK kita tidak menyesali diri lagi kak.
Tapi kalau kita berhenti, mungkin besok2 kita akan lihat orang yang lebih tua ternyata berhasil, lalu kita menyesal mengapa dulu kita berhenti.
Penyesalan itu sangat berat.”
—
Semoga ini bermanfaat buat teman2 lainnya.
🟢 Terima kasih untuk yang memberikan masukan tambahan atau bantahan.
🟢 Bagaimana dengan teman2 lainnya:
1. Apakah pertanyaan ini juga mengganggumu?
2. Bagaimana kamu menghadapinya?
Jadi sensikah?
Lalu misalnya menghindari pertemuan2 keluarga?
Menenggelamkan diri dalam pekerjaan?
Atau berusaha saja mencari dan menampilkan dirimu yang terbaik?
Atau..?
Answer:
Saya menerima pertanyaan begini dari sejumlah bunga.
Pertanyaan ini juga selalu mengganggu di kepala saya sejak saya berumur 30, 35, sampai saya 40an tahun.
Dan paling menyakitkan ketika menjelang hari ulang tahun atau memasuki Tahun Baru.
Untuk bunga-bunga yang mengirimkan curhat serupa, saya biasanya menjawab begini.
Saya kutipkan jawaban saya kepada seorang bunga:
“Soal umur dan jodoh, saya pun tidak tahu kak. Saya tidak akan berikan kakak harapan palsu.
Cuma saya ingin bagikan bahwa lebih baik kita berusaha sampai akhir, sampai semaksimal mungkin, daripada berhenti hanya karena kuatir tidak akan berhasil.
Kalau kita sudah berusaha dan gagal, setidaknya kan KELAK kita tidak menyesali diri lagi kak.
Tapi kalau kita berhenti, mungkin besok2 kita akan lihat orang yang lebih tua ternyata berhasil, lalu kita menyesal mengapa dulu kita berhenti.
Penyesalan itu sangat berat.”
—
Semoga ini bermanfaat buat teman2 lainnya.
🟢 Terima kasih untuk yang memberikan masukan tambahan atau bantahan.
🟢 Bagaimana dengan teman2 lainnya:
1. Apakah pertanyaan ini juga mengganggumu?
2. Bagaimana kamu menghadapinya?
Jadi sensikah?
Lalu misalnya menghindari pertemuan2 keluarga?
Menenggelamkan diri dalam pekerjaan?
Atau berusaha saja mencari dan menampilkan dirimu yang terbaik?
Atau..?
2
Comments
5
Kian Amorette#1
Chief