Nikola Tesla mengungkapkan bahwa untuk memaha... View More
Nikola Tesla mengungkapkan bahwa untuk memahami rahasia alam semesta, kita harus berpikir dalam istilah energi, frekuensi, dan vibrasi. Dalam pandangan modern, konsep ini telah menjadi bagian dari fisika kuantum, di mana para ilmuwan menggunakan ketiga istilah tersebut untuk menjelaskan fenomena alam di tingkat subatomik. Bahkan, banyak teori yang menyatakan bahwa materi pada dasarnya berasal dari energi yang bergetar dalam frekuensi tertentu.
Namun, apakah ini cukup untuk menjelaskan seluruh realitas alam?
Konsep yang diungkap Tesla masih berfokus pada sesuatu yang dapat diamati atau diukur, meskipun melalui alat bantu canggih. Energi pun, meskipun tidak kasat mata, tetap memiliki karakteristik material karena dapat dideteksi, diukur, dan dikuantifikasi dalam bentuk kuanta—paket energi diskrit sebagaimana yang dijelaskan dalam persamaan Einstein, E = mc².
Dengan kata lain, bahkan di tingkat energi yang paling fundamental, realitas alam semesta masih dapat dijelaskan dalam kerangka materi.
APA YANG BELUM DIUNGKAP TESLA?
Ada satu aspek penting yang tampaknya belum tersentuh oleh Tesla, yaitu pikiran—dalam terminologi sains modern, ini bisa diartikan sebagai data, informasi, sistem operasi, atau bahkan intelligent design.
Analogi sederhananya seperti ini: di balik kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), terdapat desain algoritma yang dibuat oleh programmer. Begitu pula dengan perangkat lunak komputer yang dikendalikan oleh sistem operasi. Bahkan dalam tubuh manusia, perilaku fisik dikendalikan oleh pikiran dan kesadaran.
Jika kita hanya berfokus pada energi dan materi, bagaimana kita menjelaskan keteraturan dalam alam semesta? Apakah mungkin energi dan materi bergerak secara acak tanpa ada panduan informasi yang sistematis? Ataukah alam semesta ini terbentuk secara tiba-tiba dan tanpa arah akibat interaksi energi dan materi yang tidak terkendali?
Di era informasi dan teknologi digital seperti sekarang, kita semakin memahami bahwa eksistensi alam semesta tidak hanya bergantung pada energi dan materi. Ada sesuatu yang lebih mendalam—sesuatu yang bersifat abstrak, metafisik, dan tidak dapat diamati secara langsung melalui alat ilmiah. Inilah yang kita sebut sebagai data, informasi, dan desain intelektual, atau dalam bahasa sehari-hari: pikiran.
MAMPUKAH SAINS MENGUNGKAPNYA?
Pertanyaan besar yang muncul adalah: apakah sains dapat menyingkap realitas di luar ranah energi dan materi? Ataukah kita masih berkutat dalam dimensi yang diungkap oleh Tesla?
Pendekatan terbaik adalah mengombinasikan sains dengan logika rasional. Temuan ilmiah harus dikaji bersamaan dengan kecerdasan akal manusia. Ilmu pengetahuan memang berfokus pada hal-hal yang empiris dan terukur, tetapi peran akal adalah membaca realitas abstrak-metafisik yang tersembunyi di balik dunia fisik.
Berpikir secara logis bukan berarti berhalusinasi atau berfantasi tanpa dasar. Sebaliknya, ini adalah cara berpikir sistematis yang tetap berpijak pada data ilmiah. Dan yang menarik, kita sendiri—manusia—merupakan bukti nyata adanya realitas yang lebih dari sekadar materi. Kita adalah makhluk yang terdiri dari elemen fisik dan abstrak. Pikiran mengendalikan tubuh, dan kesadaran membimbing tindakan kita.
Maka, jika kita ingin memahami alam semesta, mungkin cara terbaik adalah dengan memahami diri kita sendiri terlebih dahulu.
Yuk tonton video-video Nikola Tesla dan rahasia alam semesta di playlist Serial Nikola Tesla
https://www.youtube.com/playlist?list=PLucMEqhmuDh1hTuni6mPw3sV0ookvSOcN
Dimas Satya Lesmana S.T., M.B.A.
ChiefAlam semesta menyimpan banyak misteri yang hingga ... View More
Alam semesta menyimpan banyak misteri yang hingga kini masih diteliti para ilmuwan. Dua di antaranya adalah Black Hole (lubang hitam) dan White Hole (lubang putih). Meskipun keduanya masih penuh tanda tanya, sains telah memberikan gambaran menarik tentang apa yang mungkin terjadi di balik fenomena ini.
Apa Itu Black Hole?
Black Hole adalah wilayah di ruang angkasa yang memiliki gravitasi sangat kuat, sampai-sampai cahaya pun tidak bisa lolos darinya. Bayangkan ada lubang sangat dalam di kain ruang-waktu, dan segala sesuatu yang masuk ke dalamnya akan tertarik terus-menerus hingga tidak bisa kembali keluar. Itulah kenapa disebut “lubang hitam”.
Ciri-ciri utama Black Hole:
• Terbentuk dari bintang yang meledak (supernova) dan kemudian kolaps ke titik sangat padat (disebut singularitas).
• Memiliki gravitasi super kuat.
• Tidak ada benda atau cahaya yang bisa keluar setelah melewati batasnya (disebut event horizon).
Apa Itu White Hole?
Sementara itu, White Hole adalah kebalikan dari Black Hole. Jika Black Hole menyedot segala sesuatu ke dalamnya, White Hole justru “memuntahkan” materi dan energi ke luar, dan tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya.
Bayangkan geyser kosmik yang menyemburkan materi dan energi ke luar angkasa. Itulah gambaran White Hole.
Ciri-ciri White Hole:
• Materi dan energi muncul dari titik singularitas.
• Tidak bisa dimasuki oleh benda apapun, bahkan cahaya.
• Memiliki gravitasi “menolak” atau repulsif, mendorong semua benda menjauh.
Apakah Black Hole dan White Hole Terhubung?
Beberapa teori ilmiah menyebutkan bahwa Black Hole dan White Hole bisa terhubung melalui “wormhole” — semacam terowongan ruang-waktu. Dalam gambar yang Anda lampirkan:
• Titik A menunjukkan Black Hole, tempat masuknya materi.
• Titik B menunjukkan White Hole, tempat keluarnya materi.
Ini berarti, secara teori, apa yang masuk ke dalam Black Hole bisa muncul dari White Hole di alam semesta lain, atau bahkan di dimensi lain. Menarik, bukan?
Kenapa White Hole Masih Teori?
Berbeda dengan Black Hole yang sudah teramati secara tidak langsung (misalnya lewat pengaruh gravitasinya atau radiasi di sekitarnya), White Hole belum pernah teramati secara nyata. Beberapa alasan mengapa White Hole masih misteri:
• Tidak stabil: Diperkirakan akan segera runtuh atau berubah menjadi Black Hole.
• Tidak bisa dimasuki: Karena tidak bisa diakses, sulit untuk diamati langsung.
• Sumber energi misterius: Dari mana materi dan energi White Hole berasal belum diketahui.
Pentingkah Mengetahui White Hole?
Walaupun masih sebatas teori, White Hole punya potensi besar dalam dunia fisika dan kosmologi:
• Bisa menjelaskan asal-usul materi baru di alam semesta.
• Mungkin berperan dalam pembentukan galaksi.
• Bisa menjadi jalan menuju pemahaman tentang dimensi lain dan struktur ruang-waktu.
Kesimpulan
Black Hole dan White Hole adalah dua konsep luar biasa dalam fisika modern. Black Hole menyedot, White Hole menyembur. Keduanya mungkin bagian dari sistem yang lebih besar dan kompleks — dan mungkin, seperti dalam gambar, terhubung dalam terowongan ruang-waktu misterius.
Meski White Hole masih sebatas hipotesis, penelitiannya membuka cakrawala baru tentang asal-usul alam semesta dan kemungkinan adanya dimensi lain. Siapa tahu, di masa depan, teknologi kita mampu mengungkap kebenaran di balik lubang-lubang ini.
Simak penjelasan saya selengkapnya di video ini
ANDA WAJIB TAHU! MULTIVERSE! REALITAS KUANTUM & MATERI. TERNYATA KITA = LUBANG HITAM & LUBANG PUTIH!
https://youtu.be/lFc8caXONxw